Rabu, 26 Februari 2014

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Bimbingan Konseling merupakan salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang keberadaannya sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Didalam pelaksanaannya bimbingan konseling sangat berperan penting didalam penyelenggaraan pendidikan. Peserta didik dapat diarahkan pada hal yang positif.
Dapak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk erus berfikir dan meningkatkan kemempuan. Adapun dampak negatif dari globalisasi adalah (1) kekerasa hidup semakin meningkat karena banyaknya konflik, strees, kecemasan frustasi. (2) Adanya kecenderungan disiplin, kolusi dan korupsi.(3) Adanya ambisi kelompok yang menimbukan konflik psikis dan fisik. (4) mengunakan zat aditif seperti obat-obatan terlarang untuk memecahkan masalah.

1.2 Tujuan
§  Memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Bimbingan Konseling.
§  Mahasiswa dapat memahami tentang bimbingan dan konseling.
§  Mahasiswa dapat mengenal, memahami potensi dan perkembangan peserta didik.
§  Memehami dan mengatasi kesulitan diri sendiri
§  Mahasiswa dapat memahami landasan historis bimbingan konseling.







BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Bimbingan Konseling
2.1.1.Tujuan Bimbingan
Tujuan pemberian layanan pendidikan adalah agar individu dapat;
1)    Merencanakan kegiatan penyelesain studi, perkembangan karir serta kehidupanya di masa yang akan dating.
2)    Mengembankan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin.
3)    Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.
Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk;
1)      Mengenal dan memahami potensi, kekuatan dan tugas-tugas perkembangannya.
2)      Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkunganya.
3)      Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana tujuan pencapaian tujua tersebut.
4)      Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri
5)      Mengunakan kemampuanya untuk kepentingan dirinya, kepentinga lembaga tempat bekerja dan masyarakat.
6)      Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkunganya.
7)      Mengembangkan segala potensi dan kekuatanya yang dimilikinya secara tepat dan teratur secara optimal.
Secara khusus bimbingan dan koseling bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan perkembanganya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar (akademik), dan karir.
2.1.2  Fungsi Bimbingan
a.      Pemahaman, yaitu peserta didik (siswa) agar memiliki pengalaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).
b.      Preventif, yaitu upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik.
c.       Pengembangan, yaitu konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa.
d.      Perbaikan (Penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif.
e.       Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu memilih kegiatan ekstrakulikuler, jurusan atau program studi,dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya.
f.       Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan khususnya konselor, guru atau dosen untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan indivdu (siswa).
g.      Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu indvidu (siswa) agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.

2.1.3  Prinsip-Prinsip Bimbingan
Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fondasi atau landasan bagi layanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian layanan bantuan atau bimbingan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut.
a.     Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu (guidence is for all individuals). Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua individu atau peserta didik, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik anak anak, remaja, maupun dewasa.
b.      Bimbingan bersifat individualisasi. Setiap individu bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan individu dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut.
c.       Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih ada individu yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekankan aspirasi.
d.      Bimbingan Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru guru dan kepala sekolah.
e.       Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan. Bimbingan diarahkan untuk membantu individu agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.
f.       Bimbingan Berlangsung dalam Berbagai setting (Adegan) Kehidupan. Pemberian layanan bimbingan tidak hanya berlangsung sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya.

2.1.4  Jenis Layanan Bimbingan
Untuk memenuhi fungsi dan tujuan bimbingan perlu dilaksanakan berbagai kegiatan layanan bantuan. Beberapa jenis layanan bantuan bimbingan itu di antaranya  adalah sebagai berikut.
a.      Pelayanan Pengumpulan Data tentang Siswa dan Lingkungannya, Pelayanan ini merupakan usaha untuk mengetahui diri individu atau siswa seluas-luasnya, beserta latar belakang lingkungannya.
b.      Konseling, Konseling merupakan pelayanan terpenting dalam program bimbingan. Layanan ini memfasilitasi siswa untuk memperoleh bantuan bantuan pribadi secara langsung, baik secara face to face maupun melalui media.
c.       Penyajian Informasi dan penempatan. Penyajian informasi dalam arti menyajikan keterangan (informasi) tentang bebagai aspek kehidupan yang diperlukan individu, seperti menyangkut aspek: (a) karakteristik dan tugas-tugas perkembangan pribadi pribadinya, (b) sekolah-sekolah lanjutan, (c) dunia kerja, (d) kiat-kiat belajar yang efektif, (e) bahaya merokok, minuman keras, dan obat-obatan terlarang, dan (f) pentingnya menyesuaikan diri dengan norma agama atau nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat.
d.      Penilaian dan Penelitian. Layanan penilaian dilaksanakan untuk menegetahui tujuan  program bimbingan apa saja yang telah dilaksanakan dapat dicapai.   

2.1.5 Asas Bimbingan dan Konseling
 Keberhasilan bimbingan dan konseling sangat ditentuhkan oleh diwujudkannya asas asas berikut.
a.      Rahasia, yaitu menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain.
b.      Sukarela, yaitu menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya.
c.       Terbuka, yaitu mengehndaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.
d.      Kegiatan, yaitu menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelengaraan layanan/kegiatan bimbingan.
e.       Mandiri, yaitu menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni: peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri.
f.       Kini, yaitu menhendaki agar objek-objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (klien) dalam kondisinya sekarang.
g.      Dinamis, yaitu asas bimbingan dan konseling yang agar isi layanan terhadap sasaran layanan (klien) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
h.      Terpadu, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis, terpadu.
i.        Harmonis, yaitu mengehandaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada nilai dan norma yang ada, tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku.
j.        Ahli, yaitu menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.
k.      Alih Tangan Kasus, yaitu menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak lebih ahli.
l.        Tut Wuri Handayani, yaitu asas bimbingan  dan konseling yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan dan dorongan serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju.

2.2  LANDASAN HISTORIS
2.2.1 Perkembangan Layanan Bimbingan di Amerika
Pada tahun 1898 Jesse B. Davis, seorang konselor sekolah Detroit memulai memberikan layanan koseling pendidikan dan pekerjaan di SMA. Pada tahun 1907, dia diangkat menjadi kepala SMA di grand Rapids,Michigan. Dia memesukan program bimbingan di sekolah tersebut. Tujuan dari program bmbingan disini ialah untuk membantu siswa agar mampu
a)      Mengembangkan karakternya yang baik (memiliki nilai moral, ambisi, bekerja keras, dan kejujuran)
b)      Mencegah dirinya dari prilaku bermasalah
c)      Menghubungkan minat pekerjaaan dengan kurikulum (mata pelajaran)
Pada waktu yang sama para ahli t juga mengembangkan program bimbingan seperti berikut:
a.      Eli Weaper, pada tahun 1906 menerbitkan booklet tentang “Memilih suatu karir”. Dia telah berhasil membentuk komite Guru pembimbing di sekolah menegah di New York.
b.      Frank parson, dikenal sebagai “father of the Guidancemovement in American educatioan” mendirikan biro pekerjaan yang tujuanya membantu para pemuda untuk memilih karir yang didasarkan atas proses seleksi secara ilmiah.
c.       E.G Wliamson (1930-1940) menulis buku how to counsel Student; A manual of techniques for Clinical Counselors. Peranan konselor bersifat direktif dengan menekankan kepada (a) mengajar keterampilan dan (b) membentuk sikap dan tingkah laku.
d.      Cral R. Rogers, mengembangkan teori koseling client-centered yang tidak berfokus kepada masalah tetapi mementingkan hubungan antara konselor dengan klientnya.
Selaian itu Bradley (Jhon J. pietrofessa et.al.,1980) menambah satu tahapan dari tiga tahapan tentang sejarah bimbingan menurut Stiller yaitu:
1)      Vocational Exploration, yaituthapan yang menekankan tentang analisis individual dan pasaran kerja.
2)      Meeting Individual Needs, yaitu tahapan pada periode 40-50an yang menekankan kepada upaya membantu individu agar meperoleh kepuasan kebutuhan hidupnya.
3)      Transisional Professionalism, yaitu taapan yang memfokuskan perhatianya kepada upaya profesionalisasi konselor.
4)      Situational Diagnosis, yaitu tahapan yang terjadi pada tahun 1970an sebagai periode perubahan dan inovasi.

2.2.2 Perkembnangan dan Layanan Bimbingan di Indonesia
Perkembangan layanan bimbingan di Indonesia berbeda dengan di Amerika. Seperti terterapada uraian di atas, pekembangan layanan bimbingan di Amerika di mulai dari usaha perorangan dan pihak swasta, kemudian berangsur-angsur menjadi usaha pemerintah.
           Layanan bimbingan di Indonesia telah mulai di bicarakan secara terbuka sejak tahun 1962. Hal ini ditandai dengan adanya perubahana system pendidikkan di SMA, yaitu dengan adanya perubahan nama menjadi nama SMA Gaya Baru, dan berubahnya waktu penjurusan, yang awalnya di kelas I menjadi di kelsa II. Program penjurusan ini respon akan kebutuhan untuk menyalurkan para siswa ke jurusan yang tepat bagi dirinya secara perorangan. Dalam rencana ini SMA gaya baru, diantaranya di tegaskan sebagai berikut.
a.       Di kelas I setiap pelajar diberi kesempatan untuk lebih mengenal bakat dan minatnya, dengan jalan menjelajahi segala mata pelajaran di  SMA ,dan dengan bimbingan penyuluhan yang teliti dari para guru maupun orangtua.
b.      Dengan mempergunakan peraturan kenaikan kelas dan bahan-bahan cattan dalam kartu pribadi setiapa murid, para pelajar disalurkan ke kelas II kelompok khusus: Budaya, Sosial, Pasti dan Pengetahuan Alam.
c.       Untuk kepentingan tersebut, maka pengisian kartu pribadi murid harus dilaksanakan seteliti-telitinya (Rochman Natawidjaja,1971)
Dua naskah penting dalam sejarah perkembangan layanan bimbingan di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
a.       Pola dasar Rencana dan Pengembanagan Program Bimbimngan dan Penyuluhan melalaui Proyek-proyek Perintis Sekolah Pembangunan.
b.      Pedooman Oprasional Pelayanan Bimbingan pada Proyek-proyek Periintis Sekolah Pembangunan.
Secara formal bimbingan dan konseling diprogramkan di sekolah sejak berlauknya kurikulum 1975, yang menyatakan bahwa bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian integral dalam pendidikan di sekoalah.
         Setelah melalui penataan maka dalam decade 80-an bimbingan diupayakan agar lebih mantap. Pemantapan terutama diusahakan untuk mewujudkan layanan bimbingan yang professional. Upaya-upaya untuk dalam decade ini lebih mengarah pada profosinalisasi yang lebih mantap. Beberapa upaya dalam pendidikan dilakukan dalam dekade ini adalah penyempurnaan kurikulum, dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 telah dimasukan bimbingan karir didalamnya.
        Pada tahun yang sama keluar juga Surat Keputusan Bersama Mendikbud dengan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan No.26 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Funsional Guru dan Angka Kreditnya.
a.       Standar Prestasi Kerja Guru Pratama sampai Guru dewasa Tingkat I dalam melaksanakan PBM atau Bimbingan Meliputi Hal berikut.
1)      Persiapan program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling (BK)
2)      Penyajian program paengajaran atau paraktik atau bimbingan dan konseling.
3)      Evaluasi program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan koseling
b.      Standar prestasi kerja guru Pembina sampai guru utama selain tersebut pada ayat 1 ditambah dengan hal berikut.
1)      Analisis hasil evaluasi pengajarran atau praktik atau BK
2)      Penyusun program perbaiakan dan pengayaan atau tindak lanjut pelaksanaan BK.
3)      Pengembangan profesi dengan angka kredit sekurang-kurangnya 12 buah
c.       Khusus standar prestasi kerja guru kelas, selain tersebut pada ayat (1) atau Ayat (2), sesuai dengan jenjang jabatanya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjadi tanggung jawabanya

Berdasarkan penelaahan yang cukup kritis terhadap perjalanan historis gerakan bimbingan dan konseling di Indonesia, Prayitno (2003) mengemukakan bahwa periodesasi perkembangan gerakan bimbingan dan penyuluhan di Indonesia melailui lima periode, yaitu:
Ø  Periode I dan II: Prawacana dan Pengetahuan (sebelum 1960-1970an ).
Pada periode ini pembicaraan tentang bimbingan dan konseling telah dimulai, terutama oleh para pendidik yang pernah mempelajarinya di luar negeri.
Ø  Periode III; Permasyarakatan (1970-1990an).
 Pada periode ini berlakunya kurikulum 1975 untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Tingkat Atas. Kurikulum ini secara resmi mengintegrasikan ke dalamnya layanan BP ini untuk siswa.
Ø  Peride IV; Konsolidasi (1990-2000)
Pada periode ini IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia) berusaha keras untuk mengubah kebjakan bahwa pekayanan BP itu dapat dilaksanakan semua guru
Ø  Periode V: Lepas Landas (2001)
Semula diharapkan periode konsolidasi akan dapat mencapai hasil-hasil yang memadai , sehingga mulai tahun 2001 profesi BK di Indonesia sudah dapat tinggal landas. Namun nyatanya menunjukan bahwa masih ada permasalahan yang belum terkonsolidasi , yang berkenan dengan sumber daya manusia (SDM). Kelemahanya berakar dari kodisi untrained, undertrained, dan uncommitted para pelaksana layanan.







Simpulan
Bimbingan konseling tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan untuk memberikan pelayanan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan juga bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Pengembangan potensi individu sudah berkembang sejak zaman Yunani Kuno, yang dipelopori oleh Plato dan Aristoteles.
           
Daftar pustaka
 Yasuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan (2011) Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.


INTERNET MEMBANTU MANUSIA


Internet (Interconnection – Networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").

SEJARAH INTERNET
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

INTERNET PADA SAAT INI
Internet dijaga oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP,SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

MANFAAT INTERNET
Beberapa layanan yang terpopuler di internet ialah  email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, danMUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger Windows Live Messenger, Twitter,Facebook dan lain sebagainya.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

DAMPAK POSITIF INTERNET
Pada saat ini internet memang sudah menjadi kebutuhan penting manusia di seluruh belahan dunia, koneksi internet bisa menembus batas-batas jarak dan waktu. Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga dapat mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pengaturan GPRS pada ponsel tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobyte) yang diunduh. Kita bisa mengakses internet dimanapun dan kapan pun. Adapun dampak positif internet ialah :
1)    Internet sebagai Media komunikasi
       Fungsi ini merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan , setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2)    Media untuk mencari Informasi
       Perkembangan internet yang pesat,menjadikan internet sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

3)    Sumber Penghasilan
       Saat ini banyak sekali orang yang menggunakan internet sebagai sumber penghasilan.

4)    Kemudahan berbisnis
       Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi ketempat penjualan.

5)    Sumber informasi.
       Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan ,kebudayaan,da lain-lain. Di bidang pendidikan, pelajar bisa mengakses materi apa yang mereka perlukan dimanapun dan kapanpun.

6)    Kemudahan memperoleh informasi.
       Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

7)    Media pertukaran data.
       Dengan menggunakan email,newsgroup,FTP dan WWW (World Wide Web) pengguna internet diseluruh  dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
Dan masih banyak lagi.

DAMPAK NEGATIF INTERNET

1)    Pornografi
          Internet identik dengan pornografi.Dengan kemamapuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis homepage yang dapat diakses.
2)    Penipuan
       Internet pun tidak luput dari serangan penipu.Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang kamu dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
3)   Mengurangi sifat sosial
      Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat iternet dari pada bertemu secara langsung.
4)   Kecanduan
      Bisa membuat seseorang kecanduan ,terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
5) Game Online
Yang satu ini sangat jelas sekali dampak nya, terutama bagi anak sekolah. Mereka rela menghabiskan waktu nya untuk game. Pelajar bisa meninggalkan sekolahnya untuk game.




Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
                  
http://bayusonova01.blogspot.com/